Jepretan Keren Oppo F5 dan Keliling Bali

0
3527

Wohoo, ya kali ini aku bakalan sharing tentang pengalaman pakai Oppo F5. Waktu itu kebetulan aku diundang buat dateng di Beach Party untuk Launching Oppo F5 Dashing Blue yang ada di Bali. Penasaran dong gimana rasanya megang Oppo F5 dan tau jepretannya gimana? Yuk yuk sini..

Hadir di Bandara Ngurah Rai Bali, akhirnya aku segera beranjak ke Ramada Hotel untuk menginap. Lokasinya sekitar 30 menit dari bandara karena terletak di daerah Sunset Road. Setelah menaruh beberapa barang di hotel, aku beranjak ke Hotel Envaya buat ke lokasi acaranya.

Hotelnya keren banget, instagramable lah istilahnya jaman sekarang. Terletak di pinggir pantai membuatnya semakin elegan. Apalagi ada kolam renang di kawasan hotelnya. Jadi buat kalian yang ga berani buat berenang di pantai, boleh banget berenang di lokasi hotelnya.

Kebetulan waktu itu aku diundang buat launching Oppo F5 yang dashing blue, disana ada Morgan Oey dan Isyana sebagai brand ambassadornya. Bahkan banyak artis yang hadir disana karena diundang launching. Padahal awalnya aku kira acaranya bakal formal dan cuma kalangan sendiri yang datang, ternyata WOW lebih dari yang aku bayangin. Ada Kevin Hendrawan, Acha Sinaga, bahkan Rio Motret.

Senjapun semakin menunjukkan kehadirannya, suasana pantai untuk sunset juga makin cakep. Aku coba buat ambil beberapa foto yang diambil pakai Oppo F5. Selain hotelnya memang punya tatanan yang bagus, jepretan HP keren ini juga tak kalah menggiurkan. Walau terkenal dengan selfie expert, tapi juga keren buat foto landscape.

Setelah itu, aku diajak untuk menuju taman Marigold yang ada di desa Belok Bali. Namun siapa sangka, ternyata konon katanya taman ini udah ditutup. Sehingga gak kehabisan akal, para panitia pun mengajak untuk ke ladang bunga milik warga. Bunga Marigold ini adalah bunga yang sakral bagi masyarakat Hindu di Bali. Marigold ini dikenal juga gemitir. Kok sakral? Iya, katanya sih bunga gemitir ini berasal dari darah Bhatari Durga. Indah banget kalau bunganya memenuhi semua taman, sayang bunganya sedang tidak sepenuh yang diharapkan.

Perhentian selanjutnya adalah D’alas Warung karena perut udah mengeluh. Lokasi warung ini ada di Ubud. Mengusung tema alas yaitu hutan, warung ini memang ada di lokasi yang sangat rimbun karena banyak pepohonan dan sawah yang mengitari. Alunan suara khas pedesaan pun sengaja diputar untuk menenangkan hati pengunjung dan agar makan terasa jenak.

Saat itu aku pesan Ayam Bakakak. Awalnya aku kira ayam ini ketawa, iya soalnya kan “bakakak”. Ternyata engga. Ayam Bakakak ini disajikan dengan cara yang unik. Dikelilingi dengan 2 macam sambal, yaitu sambal matah dan sambal *yang aku gatau namanya* juga potongan sayur membuat makanan ini terlihat artistik. Nasinya pun dibuat layaknya tumpeng yang berbentuk mini. Ayamnya besar seukuran genggaman orang dewasa. Tidak membuat pandangan pertama kecewa.

Setelah dicoba, ternyata memang benar. Ayam yang digoreng dengan deep fried dan crunchy, juga dicolek dengan sambal matah adalah paduan yang sempurna. Walaupun digoreng dengan maksimal, namun kelembutan dagingnya tetap terjaga. Cita rasa khas dipadu dengan alunan musik membuat makan siang ini terasa berkualitas. Pokoknya rekomended buat kalian yang pecinta cita rasa kuliner Indonesia. WAJIB kalian coba!

Sepertinya itu dulu yang bisa digambarkan dari Bali, jangan lupa buat baca artikel yang lainnya yaa.. Oh ya, foto diatas semuanya diambil dengan Oppo F5. Cocok buat kalian yang mau travelling ringkas namun dengan dokumentasi yang super jernih. So, sampai jumpa di kesempatan berikutnya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here